Mari berhituuung... :p
Senin, 10 Mei 2010
... ... ...
Lelah rasanya hati ini...
entah harus apa lagi...
Berusaha sekuat tenaga, berlarii mengejar sampai jauuh dengan belenggu yang melilit di kakiku...
Tenggorokan seakan tertahan dan tak berdaya untuk berteriaak AAAAaaaaaaaaaaarrrghh...
Sesaaakk.. karena semakin berteriak rasanya semakin sakiit...
Huuuuuhh... ada apa ini...???
Lepaaaaaaaaaassskan semua ini...
JEjaring yang menyesakkan..
Jumat, 09 April 2010
PAYUNG BOCOR
kepada yang memintanya tanpa pengetahuan,
atau kepada yang memohon agar dihindarkan dari masalah,
karena masalah adalah rahmat yang tidak kita sukai,
agar kita meninggalkan yang kita sukai tetapi yang tidak baik bagi kita.
Sayangnya, hanya sedikit dari kita yang mengetahui bahwa masalah
adalah batu pijakan yang menjadikan kita pantas bagi kesejahteraan,
kebahagiaan, dan kecemerlangan di tempat-tempat yang naik.
Dan, ada juga jiwa yang dikasihi Tuhan -
yang sedang hidup dalam pendapatnya sendiri mengenai yang baik,
tetapi letih dan marah kepada kehidupan
karena kelemahan dan kekalutan hidupnya.
Dia mencadangkan payung bocor menjelang badai.
... seandainya saja dia sedikit ikhlas untuk mendengar.………..
Kemudian,
Perhatikanlah bagaimana dia melakukan sesuatu yang diketahuinya merusak kesehatannya,
dan membiarkan anak kesayangannya melihat perilaku buruknya, padahal dia juga tahu bahwa anak adalah peniru yang setia,
yang akan menirunya, dan menambahkan perilaku lebih bermasalah lagi,
yang akan menjadikannya orang tua yang menua lebih cepat karena masalah-masalah dengan anaknya di masa depan.
Berapa banyakkah orang tua yang sedang menyiapkan anak-anaknya sebagai payung bocor bagi badai masa depan anak-anak mereka?………..
Perhatikanlah juga bagaimana dia menjadikan perilaku yang hambar-sayang kepada ibu dari anak-anaknya,
yang akan belajar untuk memperlakukan istri mereka nanti dengan kehambaran kasih sayang yang dipelajarinya dari sang ayah.………..
Lalu perhatikanlah bagaimana sang ibu tidak memelihara daya tariknya sebagai wanita yang seharusnya memukau ayah dari anak-anaknya,
yang menyiapkan anak perempuannya untuk mempercantik diri hanya dalam pergaulan dengan orang lain, tetapi tidak untuk suaminya,
dan melatih suaminya untuk tidak mengharapkan disambut oleh wanita yang menggetarkan hati saat sang suami kembali dari kerja keras mencari nafkah,
dan dengannya mempermudah upaya wanita lain dalam memikat perhatian suaminya.………..
Kemudian, perhatikanlah juga bagaimana pasangan itu - yang mengundang Tuhan untuk menyaksikan penyatuan yang mereka putuskan sendiri,
untuk juga menyaksikan bagaimana mereka kemudian hanya berbicara kepada satu sama lain hanya bila mereka bertengkar,
yang mendidik anak-anak mereka untuk tidak menghormati pernikahan,
dan menjadikan Tuhan sebagai saksi bagi pernikahan yang sia-sia.………..
Perhatikanlah bagaimana orang dewasa mencontohkan pencurian dan penipuan hak orang lain untuk menumpuk kekayaan,
yang menjadikan orang muda tidak melihat perlunya sekolah dan pendidikan,
karena mencuri bisa menjadi jalan pintas untuk sukses.………..
Perhatikanlah bagaimana sebagian pemimpin mencontohkan kelemahan hati dalam menegakkan keadilan dan ketidak-tegasan dalam bertindak,
tetapi bersegera untuk mendahulukan keuntungan pribadi dan golongannya,
yang menyiapkan anggota masyarakat untuk menjadi pemrotes yang anarkis, atau menjadi pemimpin yang mumpung.
………..
Perhatikanlah yang dilakukan oleh pendidik-pendidik senior yang mengiklankan pendidikan bebas biaya yang ternyata tidak bebas biaya, tetapi tetap menyebutnya bebas biaya,
yang menjadi contoh dan penyemangat bagi para siswa sekolah bahwa mereka bisa mencapai pangkat dan kedudukan-kedudukan yang baik dengan keterampilan berpikir seperti itu.
………..
Apakah sebetulnya ada pengertian yang baik di antara kita,
bahwa kita bertanggung-jawab atas kelestarian alam?
Ya, tetapi tidak dalam pertimbangan perkembangan ekonomi.
Perhatikanlah bagaimana kita mencemari sungai, tanah, udara, dan laut; dan bagaimana kita membabat hutan, menyempitkan sungai, mengikis pantai, meledakkan dan meracun ikan, dan menistai satwa pelengkap kehidupan ini,
... semua atas nama bisnis dan pengutamaan kekayaan pribadi,
seolah kita bisa pindah ke planet lain jika bumi ini telah rusak dan beracun.
...........
Dan yang ini menyedihkan,
Kita telah hidup dalam pencitraan negeri yang menjadikan tetangga yang kecil berani menganggu yang lebih besar,
yang menjadikan yang paling kecil di antara saudara kita lebih marah daripada yang besar-besar di antara kita,
tetapi yang mengharuskan kita mengurut dada untuk menerima, bahwa
yang seharusnya berperan di antara kita belum berperan dalam membesarkan penghormatan dan keseganan pada kerajaan-kerajaan kecil,
terhadap kemampuan besar kita dalam menghukum mereka yang tidak menghormati negeri yang sejatinya besar ini.
………..
Sebagai pribadi atau sebagai keluarga yang disebut bangsa,
kita sedang hidup dalam penyiapan payung-payung bocor yang tidak akan berperan untuk mengatasi kesulitan dan menyelesaikan masalah kehidupan kita.
Sehingga …,
sepertinya … jika kita tidak bersedih,
itu berarti kita tidak sedang memperhatikan.
Dan bagi dia yang dadanya pedih
dengan ketidak-tegasan dirinya dan orang lain untuk berpihak kepada yang benar dan berlaku tegas dalam kebenaran,
pedihnya dada itu adalah tanda adanya perintah untuk memimpinkan perubahan,
yang dimulai dari perubahan pada diri sendiri,
agar dia berwenang untuk menganjurkan perubahan kepada orang lain,
dan agar kemudian dia berwenang untuk mengharuskan perubahan bagi kebaikan manusia dan alam.
Karena, itulah kepemimpinan.
Maka marilah kita membaikkan keadaan yang sedang terjadi di sekitar kehidupan kita,
dan menyadari bahwa keadaan yang sedang berlangsung – adalah komponen pembentuk sejarah.
Kira-kira, sejarah seperti apakah yang sedang kita bentuk bagi kehidupan kita di masa depan, jika kita ijinkan semua penyiapan payung bocor ini tetap berlanjut?
Maka bersegeralah merapihkan diri, menyiapkan diri kita masing-masing sebagai penyiap payung yang berperan bagi kehidupan pribadi terdekat kita,
lalu belajar untuk menjadi lebih berperan bagi pembaikan kehidupan saudara-saudara kita yang terdekat dan yang jauh,
agar kita menjadi sebuah keluarga yang saling mengasihi ke dalam,
dan menjadi bangsa yang berwibawa dan disegani dalam pergaulan antar negara dan kerajaan.
Demi kebaikan, mulailah dari diri sendiri.
………..
Marilah kita jadikan keberadaan kita dalam kehidupan ini berarti. Karena ada arti dalam penciptaan diri ini.
Tuhan sangat memuliakan kita. Hanya karena kita tidak melihat kemuliaan itu, tidak berarti kemuliaan itu tidak ada pada diri kita.
Tugas kita adalah mengupas dan menanggalkan kulit-kulit kusam yang menutupi kecemerlangan jiwa ini,
agar kita bisa menjadi sebagaimana seharusnya kita menjadi.
---------------
Tik’s - MT
Minggu, 04 April 2010
Cinta dua hati
Afgan – Cinta Dua Hati (OST Cinta Dua Hati)
Tak ku sangka dirimu hadir di hidupku
menyapaku dengan sentuhan kasihmu
Ku sesali cerita yang kini terjadi
mengapa disaat ku telah berdua
Maafkan bila cintaku
tak mungkin ku persembahkan seutuhnya
Maaf bila kau terluka
karena ku jatuh di dua hati
Maafkan bila cintaku
tak mungkin ku persembahkan seutuhnya padamu
Maaf bila kau terluka
karena ku jatuh
Karena ku jatuh di dua hati
Kamis, 18 Maret 2010
Jung.. Tanjung.. Tutupan Banjarmasin
Ga tidur semalaman, mata periih beraaaaat beneeeeeeeerrr...
sembab, bengkak,,alamat bakal migrain niiihh.. weleehh..weleeehh..
Entah knp rasanya bersemangat sekali menuju Borneo, meskipun rempoong & remuk badan but I feel fun..happy..penuuh dng beribu-ribu harapan selama 8 hari ke depan.
Sampai di mess putri, pengen tidooor tp tergoda dengan modem yg nganggur & teringat dengan my giant boss, sesegera mungkin laporan & kirim email ke beliau..dan dilanjutkan dengan update statuss.. (teuteuup..)
Hehehe... perjalanan yg mengganggu rencana tidurku, diajak ngobrol sm seorang bapak-bapak yang terihat agak tua yg berprofesi sbg konsultan pajak yg ternyata suka seni & theater.
Ceritalah beliau tentang kisah hidupnya, berasal dr keluarga yg sederhana, hidup susah, sampai akhirnya sukses menjadi konsultan perusahaan2 terkemuka di Indonesia..
Dengan tenang beliau bercerita.. kayak denger dongeng, sesekali ada humoran yg keluar dr kalimat yg terucap.
Mata sepeeet.. tp pengen dengerin teruus cerita beliau..
Ga kerasa pesawatku mau landing, but..really bad landing..ckckckckc...
tp ngobrol jalan teruuus.. lanjuuutkann..!!!
Salam perpisahan pun terucaplah ketika sampai Di bandara Samsoedin Noer.
I wish i can meet him again..
and I hope all my wish will be trough in Borneo...
God..please answer my pray..
:)
NOTHING'S GONNA CHANGE MY LOVE FOR YOU
If I had to live my life without you near me
The days would all be empty
The nights would seem so long
With you I see forever oh so clearly
I might have been in love before
But it never felt this strong
Our dreams are young
And we both know they'll take us
Where we want to go
Hold me now
Touch me now
I don't want to live without you
Nothing's gonna change my love for you
You ought know by now how much I love you
One thing you can be sure of
I'll never ask for more than your love
Nothing's gonna change my love for you
You ought know by now how much I love you
The world may change my whole life through
But nothing's gonna change my love for you
If the road ahead is not so easy,
Our love will lead the way for us
Like a guiding star
I'll be there for you if you should need me
You don't have to change a thing
I love you just the way you are
So come with me and share the view
I'll help you see forever too
MISS Moment Ho-Pe..
:'(
Selasa, 09 Maret 2010
daging ini...
berjanji lagi, untuk lupa
kemudian terpaksa ingat, dan berjanji lagi
yang selama lupa, tidak ingat
dan bila ingat, nanti saja
coba telaah baik-baik dan pikirkan..
apa kita seperti itu..??
Senin, 08 Maret 2010
Terjun Sambil Membuat Sayap
Jika kita tidak lagi menghitung, menata sehingga Tuhan betul-betul berwenang bagi kehidupan kita, maka kita betul-betul masuk ke wilayah Iman.
Orang tidak bisa sepenuhnya disebut beriman kalau di dalam pikiran & perasaan & cara-caranya dia masih membatasi yang bisa dilakukan Tuhan.
Kalau kita berdoa bagi keajaiban, jangan kurangi Kewenangan Tuhan sebagai pemilik keajaiban.
Minta... Lakukan...
Alasan kita meloncat adalah tanda kepada Tuhan bahwa demikian percayanya, sampai kita terjun walaupun tidak memiliki sayap, karena kita tahu Tuhan sangat mampu mengulur waktu yang 1 detik serasa seperti 10 tahun atau membuat waktu yang panjang hanya terasa sempit, tau-tau yang tampaknya kehidupan itu menderita, sekarang kita dipimpin dalam kesejahteraan da kebahagiaan dalam kecemerlangan kita.
Maka terjunlah sambil membuat sayap karena kita betul-betul menyerahkan diri kita kepda kepemimpinan Tuhan,
lalu perhatikan apa yang terjadi...
So, jangan takut terbang tanpa sayap ya..
(^^,)